beda materai 3000 dan 6000

Ini Bedanya Materai 3000 dan 6000 Beserta Kegunaannya

Materai selalu dikaitkan dengan dokumen – dokumen penting baik itu berupa kwitansi, perjanjian antara para phak dan pihak lainnya yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini di Negara Indonesia.

Ada dua macam nilai materai yang berlaku saat ini Yaitu, materai 3000 dan materai Rp6.000.

Letak perbedaan dari penggunaan meterai 6000 dengan meterai 3000 secara hukumnya itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perubahan Tarif Bea Materai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal yang Dikenakan Bea Meterai. Dan berikut adalah letak perbedaannya : 

PERBEDAAN MATERAI 3000 DAN MATERAI 6000

  1. Dokumen yang dikenakan Penggunaan Meterai 3000 ( Pasal 2 ayat 2 Huruf b, Pasal 3, & Pasal 4 PP Nomor 24 Tahun 2000)
  • Kegunaan materai 3000 biasanya dipilih untuk surat yang memuat jumlah uang lebih dari Rp25 ribu – Rp1 juta,
  • Seperti surat wesel, promes, dan aksep yang nominalnya lebih dari Rp250 ribu – Rp1 juta,
  • Kemudian, materai 3 ribu befungsi saat digunakan pada cek, bilyet, dan giro,
  • Lalu, efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai nominal lebih dari Rp1 juta, dan
  • Jadi, untuk dokumen yang nilainya kurang dari Rp250 ribu maka tidak akan dikenakan biaya materai 3000.

Namun materai 3000 juga bisa digunakan 2 lembar bila materai Rp6.000 habis.

Cara menempel materai 3000 2 lembar pada dokumen perdata tidak akan mengurangi keabsahannya

2. Dokumen yang dikenakan Penggunaan Meterai 6000 ( Pasal 1, Pasal 2 ayat 2 Huruf C, & Pasal 4 PP Nomor 24 Tahun 2000)

  • Berbeda dengan materai 3000, nominal materai 6000 biasa digunakan untuk akta notaris termasuk salinannya,
  • Untuk surat perjanjian dan surat-surat lainnya (surat kuasa, surat hibah, dan surat pernyataan)

Surat-surat berikut ini dibuat sebagai alat bukti mengenai kenyataan atau perbuatan yang bersifat perdata :

  • Akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap-rangkapnya,
  • Surat – surat yang memuat jumlah uang (penerimaan uang, pembukuam, pemberitahuan saldo rekening di Bank dengan nominal lebih dari Rp1 juta),
  • Digunakan pada cek, bilyet, dan giro,
  • Sebagai dokumen alat pembuktian di muka pengadilan, dan
  • Bea materai yang tercantum dalam surat kolektif dengan mencantumkan nominal harga lebih dari Rp1 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.