sampah organik dan anorganik dan arti 3 warna tempat sampah

Perbedaan sampah organik dan anorganik – Arti 3 Warna Tempat Sampah

Sampah yang biasanya kita anggap sepele dibuang begitu saja ternyata masih bisa kita olah kembali atau bisa disebut daur ulang. Sering juga kita jumpai dijalan banyak tempat sampah yang berwarna hijau, kuning, merah.

Berikut penjelasan macam sampah berdasarkan warna tempat sampah agar kita mudah membuang sampah sesuai dengan tempatnya :

Sampah tergolong dari tiga jenis sampah yaitu, sampah organik, sampah anorganik, dan sampah B3 berikut penjelasannya :

1. Sampah Organik (hijau) adalah sampah yang dapat terurai secara sempurna dengan sendirinya melalui proses biologi baik aerob maupun anaerob. Sampah organik ini mempunyai ciri mudah membusuk dan memiliki sifat kimia yang stabil sehingga zatnya akan mengendap ke dalam tanah, dasar sungai, danau serta laut dan mempengaruhi ekosistem di dalamnya. Sampah organik dapat mengalami dekomposisi dan menjadi kompos.
Sampah organik sendiri terbagi menjadi 2, sampah organik basah dan sampah organik kering.


Sampah organik basah adalah sampah organik yang banyak mengadung air. Sampah organik basah contohnya adalah sisa sayur, kulit pisang, buah yang busuk, kulit bawang dan sejenisnya. Sampah ini dapat meimbulkan bau tidak sedap karena kandungan air yang tinggi dan dapat menyebabkan sampah ini cepat membusuk.

Sampah organik kering adalah sampah organik yang sedikit mengandung air. Contoh sampah organik misalnya kayu, ranting pohon, kayu dan daun – daun kering. Kebanyakan sampah organik sulit diolah kembali jadi lebih sering dibakar untuk memusnahkannya.

Contoh Sampah Organik

Contoh dari dari sampah organik adalah nasi, kulit buah, buah dan sayuran busuk, ampas teh / kopi, bangkai hewan, dan kotoran hewan / manusia

2. Sampah Anorganik (kuning) adalah sampah yang tidak bisa terurai oleh proses biologi. Sampah ini dapat terurai secara alami namun dalam waktu yang sangat lama. Berikut lama penguraian sampah anorganik secara alami :

  • plastik diperlukan waktu 50 – 100 tahun untuk terurai
  • puntung rokok 10 tahun
  • kaleng soft drink (alumunium) 80 – 100 tahun
  • kardus 5 bulan
  • kulit jeruk 6 bulan
  • kulit sepatu 25 – 40 tahun
  • kertas 2 – 5 bulan, baterai 100 tahun
  • sterofoam tidak dapat diuraikan
  • almunium 80 – 100 tahun
  • plastik (bungkus detergen dll) 50 – 80 tahun
  • kantung plastik (tas kresek) diperlukan waktu 10 hingga 20 tahun untuk hancur.

Contoh Sampah Anorganik

Contoh dari sampah anorganik adalah plastik, botol / kaleng minuman, kresek, ban bekas, besi, kaca, kabel, barang elektronik, bohlam lampu dan plastik. Memang sampah anorganik sulit terurai tetapi dapat anda manfaatkan kembali, jangan sampai dibiarkan begitu saja.

Manfaat sampah organik dan anorganik

Manfaat sampah organik

Sampah Organik

  1. Untuk Kompos / Pupuk Organik
  2. Untuk Tambahan Pakan Ternak
  3. Sampah organik dapat diubah menjadi biogas dan listrik

Manfaat Sampah Anorganik

Manfaat sampah anorganik yang bisa kita manfaatkan adalah dengan membuat kerajinan dari sampah / limbah tersebut. Misalnya sampah plastik dapat dibuat tas, taplak meja makan, pernak pernik.

3. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Bercaun) biasanya berwarna merah.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah, sampah B3 merupakan sampah spesifik yang meliputi:

  1. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun.
  2. Sampah yang mengandung limbah B3.
  3. Sampah yang timbul akibat bencana.
  4. Bongkaran puing bangunan.
  5. Sampah yang secara teknologi belum dapat diolah.
  6. Sampah yang timbul secara periodik.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.85 Tahun 1999, sampah B3 memiliki karakteristik muda meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, infeksius, dan bersifat korosif.

Berikut sampah B3 Rumah Tangga yang dikelompokkan berdasarkan jenis aktivitas rumah tangga:

  1. Sampah dapur : Pembersih lantai, Kompor gas, Pembersih kaca, Plastik, Racun tikus, Bubuk pembersih, Pembuka sumbat, Saluran air kotor.
  2. Sampah tempat cuci : Pemutih, Deterjen, Pembesih lantai, Bahan pencelup, Karpet.
  3. Sampah kamar mandi : Aerosol, Desinfektan, Pembuka sumbat, Saluran air kotor, pewarna rambut, pembersih toilet.
  4. Sampah kamar tidur : Kamper, Pembesih karpet, Pembersih mebel, Obat anti nyamuk.
  5. Sampah garasi dan gudang : Oli, Aki Mobil, Minyak rem, Car Wax,Pembersih karburator.

Leave a Reply

Your email address will not be published.