Apa yang Terjadi Bila Tersetrum Listrik ?

Walangkadung.com – Pernahkan anda mendengar peringatan tentang bahaya tersetrum listrik, terutama saat banjir???

Sedangkan pada tokoh superhero adapun karakter yang tersetrum listrik kemudian justru malah mendapatkan kekuatan untuk mengendalikan kekuatan listrik tersebut. Namun dalam dunia nyata ini sebanyak apa listrik yang harus kita terima untuk mencapai fenomena yang komikal seperti itu??? Sobat, itu memang hanyalah dunia fiksi dalam sebuah komik.

Tetapi, sebenarnya berapa banyak aliran listrik yang berbahaya bagi tubuh kita ? Berikut Penjelasannya …

Pada suatu percobaan dalam penelitian uji coba ketahanan manusia terhadap listrik adalah pemberian tegangan volt sebanyak 1,700 Volt namun, tidak direkam secara resmi.

Pada mas kini uji coba pemberian tegangan listrik 2000 Volt pada 7-12 Ampere yang mana lapisan epidermis pada kulit kita berperan menahan aliran listrik ketika kulit kita dalam keadaan kering kulit kita menjadi konduktor listrik yang buruk. Sedangkan bila kulit kita dalam keadaan basah atau rusak, resistensi atau gaya menahan elektron pada kulit akan terjadi penurunan drastis hingga 100 kali lipat dibandingkan saat dalam kondisi kulit keadaan kering.

Ini artinya, ketika seseorang tersetrum listrik , resistensi dari tubuh akan menurun bersamaan dengan kulit yang terbakar dan rusak. Arus listrik sebesar 10 Miliampere atau 0.01 Ampere dapat menyebabkan shock yang serius, tetapi tidak mematikan.

Ketika badan kita menerima listrik sebesar 100 Miliampere atau 0.1 Ampere, otot – otot pada badan kita mulai berkontraksi. Jantung memiliki resisten yang lemah terhadap listrik sehingga arus listrik sekecil 10 Miliampere saja sudah sangat cukup untuk membuat terjadinya penyebab kematian. Tapi, arus litrik tersebut tidak akan pernah sampai di jantung karena tubuh kita memiliki resistensi tedapat pada kulit kita yang tinggi sehingga dapat mengabsorbsi arus listrik tersebut sepenuhnya.

Namun, ada sedikit saja ada arus litrik tersebut yang sampai pada jantung kita maka, dapat terjadi kerusakan yang sangat fatal. Ketika arus listrik meningkat hingga 1000 Miliampere atau 1 Ampere, kontraksi otot menyebabkan kita tidak dapat melepaskan pegangan pada kabel atau sumber listrik tersebut hal ini disebut dengan paralisis otot.

Sedangkan, arus listrik yang meningkat hingga mencapai 2000 Miliampere atau 2 Ampere dapat menyebabkan terjadi luka bakar dan dapat membuat kita kehilangan kesadaran. Pada tahap ini, terjadi kontraksi otot yang disebabkan oleh shock sudah sangat parah hingga dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung bahkan kematian.

Jadi, untuk saat ini tidak ada aturan atau patokan seberapa jumlah listrik yang dapat kita terima sebelum mengalami kerusakan yang ireversibel.

Akan tetapi, kapankah listrik itu berbahaya atau bahkan dapat mematikan??? Jawabannya adalah tergantung dari beberapa sebab yaitu dari seberapa arus listrik, tegangan volt, resistensi kulit kita, durasi sengatan listrik, dan aliran listrik yang berperan dalam bagaimana setruman listrik tersebut dapat merusak badan kita.

Next Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.