Demam – Apa yang Sedang Terjadi Ketika Tubuh Demam (Fever)

Walangkadung.com – Demam (Fever) biasanya ini ditimbulkan ketika tubuh dalam kondisi suhu lebih dari 37 derajat Celcius. Kondisi ini pasti pernah dialami oleh semua orang walau hanya sekali merasakan,mungkin gejala yang diawali oleh batuk atau pilek biasa atau bahkan tanpa gejala sebelumnya tetapi, tiba – tiba temperature tubuh meningkat, dan seperti merasa kedinginan. Anehnya lagi, meskipun merasa kedinginan seringkali kita diberikan kompres dingin di dahi. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi ketika tubuh kita demam ?

Demam dapat terjadi saat penjajah seperti bakteri atau virus masuk dan menginfeksi tubuh kita, dan yang bertugas melawan virus atau bakteri tersebut ialah neutrophil, monocyte, dan macrophage yang ada di sel darah putih. Sel darah putih selain mengeluarkan zat kimia, sel darah putih juga memproduksi protein dalam proses pertarungan melawan kuman, protein yang dihasilkan tersebut disebut sebagai pirogen.

Pirogen ini akan masuk kedalam sistem peredaran darah menuju bagian otak bernama hypotalamus. Hypotalamus ini bekerja sebagai pengatur suhu tubuh Jadi, disaat suhu tubuh kita terlalu tinggi atau rendah ini disebabkan oleh pengaruh dari hypotalamus. Yang mana pada proses demam pirogen akan menipu hypotalamus sehingga ia berfikir bahwa kondisi tubuh kita terlalu dingin sehingga, hypotalamus ini akan meningkatkan titik normal temperature tubuh kita ke suhu yang lebih tinggi, suhu tubuh kita umumnya berkisar antara 36.5 s/d 37.5 derajat Celcius.

Ketika hypotalamus tertipu oleh pirogen, hypotalamus akan meningkatkan suhu tubuh menjadi lebih tinggi yang sebelumnya dianggap normal oleh tubuh menjadi lebih dari 37.5 derajat Celcius. Oleh karena respon yang ditimbulkan ini pembulu darah yang terdapat di kulit akan mengalami konstriksi atau mempersempit saluran pembulu darah agar panas tubuh dapat tetap dipertahankan.

Jadi, ini lah yang menyebabkan rasa panas pada tubuh ketika mengalami demam. Apabila respon ini belum cukup dan tubuh tidak mencapai suhu yang diinginkan tubuh akan menggigil dan menggetarkan otot – otot untuk memproduksi energi panas, inilah sebab bila terkadang seseorang yang demam menjadi menggigil dan merasa kedinginan ketika demam.

Saat bakteri atau virus telah mati pirogen akan berhenti untuk mengirim sinyal ke hypotalamus dan suhu tubuh dapat kembali normal dengan cara mengeluarkan energi panas tersebut. Efeknya tubuh akan mengalami berkeringat, biasanya kita percaya bahwa setelah berkeringat demam akan segera turun.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.