4 Macam Varian Covid-19 yang Paling Mematikan Saat Ini

varian covid alpha beta gamma delta www.walangkadung.com

Jumlah kasus covid yang sempat menurun, kini tiba-tiba melonjak kembali. Penyebab kenaikan ini karena sekarang, kita tidak hanya melawan satu jenis virus corona saja. Melainkan virus korona kini telah bermutasi.

Tapi apa yang membedakan varian-varian ini dari virus korona yang pertama kita temui? Dari mana mereka datang? Dan yang terpenting, apakah vaksin yang kita miliki efektif untuk melawannya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan artikel ini.

Sebelum kita membahas jenis-jenis varian covid, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu, “Dari mana datangnya varian-varian ini?”  Semua virus pada dasarnya memiliki satu tujuan. Yaitu, memperbanyak dirinya sendiri. Virus dapat memperbanyak dirinya sendiri  dengan menginfeksi dan menggunakan  sel tubuh makhluk hidup lain untuk berlipat ganda. Anggap saja sel-sel ini sebagai mesin fotokopi. Tidak semua hasil yang keluar  akan sama persis dengan yang original. Terkadang ada sedikit saja perbedaan yang timbul secara tidak sengaja. 

Hal yang sama terjadi pada virus. Yakni, ketika dirinya berlipat ganda, terdapat kemungkinan terjadi perubahan pada virus tersebut. Perubahan yang dimaksud  adalah perubahan terhadap kode genetik yang ada di dalamnya. Kode genetik ini mengatur cara kerja virus. Setiap perubahan terhadap kode genetik  merubah cara kerja virus. Perubahan inilah yang disebut sebagai mutasi. Dan virus yang mengalami mutasi  dikenal sebagai varian.

Sebenarnya,  mutasi bukanlah sesuatu yang menguntungkan bagi virus karena kebanyakan mutasi   justru menghasilkan virus yang lebih lemah dari virus awal. Sejak pandemi dimulai,  telah ditemukan sekitar 4000 varian covid  yang hampir semuanya lebih lemah dari virus awal. Varian-varian lemah ini tidak bertahan lama. Namun, terdapat juga kemungkinan  di mana mutasi justru menghasilkan virus  yang lebih kuat, lebih mudah menyebar dan lebih mematikan.

WHO mengklasifikasikan varian-varian tersebut ke dalam dua golongan yang diurutkan berdasarkan tingkat bahayanya. Paling rendah adalah “Variant of Interest” atau VOI.  Yaitu varian yang diduga dapat menular lebih cepat dan/atau mengurangi efektivitas vaksin yang ada.  Satu tingkat di atasnya ada “Variant of Concern” atau VOC. Yakni varian yang sudah dipastikan  lebih berbahaya dari virus awal. 

Untuk artikel ini kami hanya akan membahas  varian yang termasuk  dalam golongan “Variant of Concern” (VOC). Dalam penjelasan artikel ini, WHO telah mengidentifikasi  empat macam Variant of Concern (VOC) untuk covid. Yakni: Alpha (α) Beta (β) Gamma (γ) dan Delta (δ).

Variant B.1.1.7, dikenal juga sebagai varian Alpha. pertama ditemukan di Inggris pada bulan November 2020.  Berbeda dengan virus korona biasa,  varian ini memiliki mutasi (N501Y)  yang meningkatkan efektivitas penularannya sekitar 50%  dibandingkan dengan virus korona jenis awal. Tetapi kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa varian ini tidak mempengaruhi efektivitas vaksin yang ada  secara signifikan.

Variant B.1.351, dikenal juga sebagai varian Beta. Pertama ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Oktober 2020. Berkat mutasi E484K yang dimilikinya,  Varian ini tidak memiliki kelemahan dari varian Alpha.   Yakni, dirinya lebih efektif menghindari perlindungan  yang diberikan oleh sistem imun tubuh alami maupun vaksin.  Penelitian di Afrika Selatan   juga menunjukkan adanya kenaikan resiko kematian akibat varian Beta. Namun masih perlu penelitian lebih lanjut  untuk memastikan.

Variant P.1, dikenal juga sebagai varian Gamma. Pertama ditemukan di Brazil pada bulan Desember 2020. Varian ini seperti saudara kembar dari varian Beta karena memiliki beberapa mutasi yang sama dengan Beta. Namun, tidak memiliki resiko penularan setinggi Alpha. Kelebihan Gamma tampaknya adalah menghindari  perlindungan yang diberi sistem imun alami,  sehingga lebih efektif menginfeksi ulang  orang-orang yang sebelumnya sudah terkena covid.

Dan yang terakhir, varian yang kini paling dominan  di antara semua varian yang ada,  variant B.1.617.2, dikenal juga sebagai varian Delta. Pertama ditemukan di India pada bulan Desember 2020. Kalian ingat, bahwa varian Alpha memiliki tingkat penularan 50% lebih tinggi dibandingkan covid jenis awal? Nah, tingkat penularan Delta justru 50% lebih tinggi daripada Alpha.  Membuatnya 2x lipat lebih mudah menyebar dibandingkan covid jenis awal. Tidak hanya itu,  tingkat efektivitas vaksin ketika menghadapi varian Delta (δ).  juga berkurang apabila dibandingkan dengan varian Alpha (α). Sebesar 88% dengan Pfizer dan 67% dengan AstraZeneca. Sebuah penelitian bahkan menemukan  bahwa orang yang terinfeksi varian Delta, 2x lebih mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit  dibandingkan yang terinfeksi varian Alpha.

Oke, setelah mendengar semua itu,  mungkin kalian bertanya, “Jadi apakah aku masih perlu divaksin?” Iya. Jawabannya iya tanpa perlu diragukan lagi. apabila kamu dapat kesempatan divaksin,  langsung ambil. Karena meskipun vaksin tidak memberimu  kekebalan total terhadap varian-varian covid yang ada, kekebalan yang diberikan tetap jauh lebih tinggi dibandingkan tidak menggunakan vaksin sama sekali.  Dan jika kamu terkena pun, kemungkinan timbulnya gejala berat turun drastis.

Sebaliknya, jika kamu menolak untuk divaksin, kamu hanya akan membuka kesempatan  untuk varian-varian baru yang lebih ganas untuk muncul.  Jadi, jika kamu tidak ingin menjadi pabrik  untuk varian-varian baru, yang hanya akan memperpanjang pandemi lagi dan lagi, buruan divaksin. Semakin lama pandemi ini berlangsung, semakin banyak pula varian covid yang bermunculan. Dan walaupun tidak semua varian yang muncul  akan bertahan lama, hanya perlu satu untuk membuat situasi kacau ini  menjadi semakin kacau.

Tentunya, faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian pandemi ini  berada di luar kendali kita. Tidak semua orang punya “privilege” untuk kerja dari rumah,  atau mendapatkan vaksin, atau menghindari kontak sepenuhnya dengan dunia luar.  Jadi saran kami hanyalah lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Dan sisanya? berharap untuk yang terbaik saja.

Sekian untuk artikel kali ini. Kita semua tahu banyak orang bersifat skeptis terhadap vaksin. Jadi, apabila anda harus membujuk orang-orang tersebut untuk menerima vaksin,  apa yang akan Anda katakan kepada mereka?  Tulis jawaban kalian di kolom komentar.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.